GeeGitMEDIA
Harga Minyak Dunia Naik ke USD105 per Barel, Tekanan Timur Tengah Memanas
ekonomi

Harga Minyak Dunia Naik ke USD105 per Barel, Tekanan Timur Tengah Memanas

29 Sep 2026 • 13:10 WIB · Redaktur Desk Ekonomi

Selasa, 29 September 2026, harga minyak mentah dunia kembali menguat hingga USD105 per barel, dipicu kekhawatiran gangguan pasokan energi akibat ketegangan yang semakin memanas di Timur Tengah. Kenaikan ini dilaporkan oleh Sindonews Ekonomi & Bisnis, sementara media lain menyoroti dampaknya pada harga BBM non‑subsidi, produksi batu bara, serta prospek ekspor kelapa sawit Indonesia. Bagaimana tren ini memengaruhi perekonomian domestik dan kebijakan energi menjadi sorotan utama hari ini.

Harga Minyak DuniaUSD105 per barel
Harga BrentDi atas US$100 per barel
Persetujuan RKAB Batu Bara 202695%
Target Produksi Batu Bara 2026720 juta ton
Produksi CPO 202653,73 juta ton
Produksi CPO 2027 (proyeksi)51,73 juta ton
Penurunan Ekspor CPO5 juta ton
Redaksi BertugasRedaktur Desk Ekonomi

Berdasarkan laporan Sindonews Ekonomi & Bisnis, harga minyak mentah dunia melanjutkan tren kenaikan pada perdagangan Selasa (29/9/2026) seiring kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan energi di Timur Tengah. Harga tersebut tercatat mencapai USD105 per barel, menandai level tertinggi sejak awal tahun. Kontan Industri & Pangan menambahkan bahwa harga Brent tetap di atas US$100 per barel, memicu Kementerian ESDM mengingatkan potensi kenaikan harga BBM non‑subsidi di dalam negeri. Sementara itu, Detik Finance melaporkan bahwa Kementerian ESDM telah menyetujui 95% Rencana Kerja dan Anggaran Badan (RKAB) perusahaan batu bara untuk 2026, dengan target produksi sekitar 720 juta ton, menandakan sektor energi tetap berupaya meningkatkan pasokan domestik. Katadata Riset & Ekonomi menyoroti tekanan pada sektor agrikultur, khususnya produksi minyak kelapa sawit (CPO). Estimasi Gapki menunjukkan produksi CPO pada 2026 mencapai 53,73 juta ton, diproyek turun menjadi 51,73 juta ton pada 2027, dengan ekspor berkurang sekitar 5 juta ton akibat kondisi iklim El Nino. CNN Indonesia menutup rangkaian laporan dengan pernyataan Bank Indonesia bahwa prospek ekonomi global 2026 masih suram, dipengaruhi konflik geopolitik di Timur Tengah dan Rusia‑Ukraina, meski diperkirakan akan mulai membaik pada 2027.

Dampak bagi pembaca

Kenaikan harga minyak dunia ke USD105 per barel dapat menekan biaya transportasi dan produksi di Indonesia, berpotensi memicu inflasi pada barang konsumsi utama. Kementerian ESDM memperkirakan BBM non‑subsidi akan mengalami kenaikan, yang dapat menambah beban rumah tangga. Di sisi lain, persetujuan RKAB batu bara dan target produksi 720 juta ton menunjukkan upaya pemerintah memperkuat pasokan energi domestik. Penurunan produksi CPO dan ekspor yang diperkirakan turun 5 juta ton dapat menurunkan devisa negara serta menambah tekanan pada petani sawit. Kebijakan mitigasi yang dapat diambil meliputi penyesuaian subsidi BBM, percepatan digitalisasi perizinan energi, serta diversifikasi sumber energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada minyak impor.

Buka sumber asal: Kompilasi 5 Media (Detik Finance, Katadata Riset & Ekonomi, Kontan Industri & Pangan)