Kristal Berpori Mirip Pegas dan Pemantauan Pusat Massa Bumi oleh NASA
Pada Rabu, 16 September 2026, dunia ilmu pengetahuan dikejutkan oleh dua penemuan penting dari University of Osaka dan NASA yang dipublikasikan secara bersamaan, memperlihatkan inovasi material mikro serta dinamika perubahan massa Bumi.
Berdasarkan laporan Phys.org Science & Nanotech, tim peneliti yang dipimpin oleh University of Osaka berhasil menciptakan kristal berpori yang tumbuh menjadi bentuk heliks mirip pegas. Berbeda dari kristal pada umumnya yang kaku, kristal ini dapat mengubah bentuknya seiring pergerakan molekul pelarut keluar masuk ruang internalnya. Temuan ini telah diterbitkan dalam jurnal 'Angewandte Chemie International Edition'. Sementara itu, liputan NASA Breaking News menyoroti dinamika perubahan musim di Bumi yang mendistribusikan ulang air, sehingga menggeser pusat massa planet bolak-balik hingga fraksi inci relatif terhadap pusat geometrisnya. Para ilmuwan NASA melacak osilasi ini karena pusat massa Bumi adalah titik referensi krusial bagi navigasi satelit dan pengukuran elevasi. Sebagai rujukan tambahan, data NASA mencatat pengamatan teleskop Webb terhadap M64 pada tanggal yang sama, memperkuat rekam jejak observasi ilmiah global.
Dampak bagi pembaca
Perkembangan material kristal responsif kimiawi ini membuka peluang besar bagi industri material berskala mikro dan teknologi sensor pintar di masa depan. Di sisi lain, pemantauan presisi terhadap pusat massa Bumi oleh NASA sangat esensial untuk menjaga keandalan navigasi satelit global, pemetaan elevasi, serta mitigasi ketidakpastian geodetik yang berdampak pada infrastruktur berbasis ruang angkasa.
Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (Phys.org Science & Nanotech, NASA Breaking News)