GeeGitMEDIA
Teleskop James Webb Hubungkan Komet Antarbintang 3I/ATLAS dengan Es Dunia Neptunus
sains

Teleskop James Webb Hubungkan Komet Antarbintang 3I/ATLAS dengan Es Dunia Neptunus

27 Okt 2026 • 21:10 WIB · Redaktur Desk Sains

Berdasarkan laporan terkini dari berbagai lembaga riset sains internasional pada Selasa, 27 Oktober 2026, teleskop luar angkasa milik NASA, James Webb Space Telescope (JWST), kembali mengungkap temuan monumental mengenai komet antarbintang 3I/ATLAS serta karakteristik unik planet lava panas TOI-561 b.

Jarak TOI-561 b280 tahun cahaya
Refleksi Starlight TOI-561 b75%
Ukuran Agregat Es 3I/ATLAS1 mikron atau lebih kecil
Redaksi BertugasRedaktur Desk Sains

Liputan dari Phys.org Science & Nanotech mengungkapkan bahwa studi yang dipimpin oleh Southwest Research Institute memanfaatkan Teleskop James Webb untuk meneliti butiran es yang mengalir dari komet antarbintang 3I/ATLAS, yang tercatat sebagai objek ketiga dari luar tata surya yang berhasil diidentifikasi. Pengamatan tersebut menunjukkan keberadaan agregat kecil es air dan debu dengan ukuran sekitar satu mikron atau lebih kecil. Sementara itu, ScienceDaily Research News menyoroti penemuan terpisah mengenai planet lava panas TOI-561 b yang berada sejauh 280 tahun cahaya. Planet tersebut mengejutkan para astronom karena mampu mempertahankan atmosfer tebalnya, serta memantulkan sekitar 75% cahaya bintang berkat awan mineral yang berfungsi layaknya tabir surya raksasa. Di sisi lain, NASA Breaking News melaporkan pemandangan panorama 360 derajat di Neretva Vallis di dalam Kawah Jezero Mars yang direkam oleh penjelajah Perseverance, menunjukkan lanskap berdebu yang miliaran tahun lalu merupakan saluran sungai purba.

Dampak bagi pembaca

Serangkaian penemuan astronomi mutakhir ini memperluas pemahaman umat manusia mengenai asal-usul materi tata surya dan dinamika atmosfer planet ekstrasurya. Implikasi jangka panjangnya mendorong komunitas ilmiah global untuk memperdalam analisis astrofisika dan astrobiologi guna memetakan karakteristik dunia asing yang mirip dengan sistem keplanetan kita.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Phys.org Science & Nanotech, ScienceDaily Research News, NASA Breaking News)