DNA Kuno Ungkap Wabah Maut Musnahkan Keluarga Prasejarah Jauh Sebelum Black Death
Berdasarkan laporan ScienceDaily Research News pada Selasa, 15 September 2026, analisis DNA kuno mengungkapkan bahwa penyakit wabah telah memusnahkan komunitas pemburu-peramu di Siberia sejak 5.500 tahun lalu, jauh sebelum era kota besar maupun epidemi yang dipicu oleh kutu pada masa Black Death.
Liputan mendalam dari ScienceDaily Research News menyoroti temuan penting mengenai strain wabah prasejarah yang dinilai sangat berbahaya. Berbeda dengan pemahaman umum yang mengaitkan wabah besar dengan kepadatan perkotaan dan kutu, data genetik menunjukkan bahwa galur purba tersebut telah membawa faktor genetik spesifik yang mampu memicu reaksi kekebalan tubuh yang parah pada manusia masa lampau. Sementara itu, laporan Phys.org Science & Nanotech pada hari yang sama mengulas topik astronomi terpisah mengenai galaksi NGC 1068, di mana para astronom menemukan bahwa lubang hitam di pusat galaksi tersebut menyemburkan aliran gas yang jauh lebih kuat dari perkiraan sebelumnya. Namun, redaksi menegaskan bahwa peristiwa astrofisika tersebut merupakan topik terpisah dari temuan paleogenetika wabah prasejarah.
Dampak bagi pembaca
Penemuan genom purba ini memberikan pemahaman baru bagi dunia sains dan kesehatan mengenai evolusi patogen mematikan serta ketahanan sistem imun manusia purba. Bagi industri riset biomedis, studi ini memperkaya data historis untuk memitigasi potensi kemunculan zoonosis atau patogen baru di masa depan.
Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (Phys.org Science & Nanotech, ScienceDaily Research News)