GeeGitMEDIA
Pemerintah Perketat Pengawasan Sektor Pangan dan Penanganan Populasi Hewan di Daerah
pangan

Pemerintah Perketat Pengawasan Sektor Pangan dan Penanganan Populasi Hewan di Daerah

25 Sep 2026 • 15:10 WIB · Redaktur Desk Pangan

Pemerintah memperketat pengawasan sektor pangan nasional melalui penindakan hukum terhadap puluhan tersangka, sementara di tingkat daerah, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) aktif menangkap ribuan kucing liar sepanjang 2026 guna mencegah ledakan populasi hewan.

Tersangka Pelanggaran Pangan102 Orang
Kucing Liar Ditangkap di Bandung1.000 Ekor
Inflasi Year-on-Year Agustus 20263,19 persen
Redaksi BertugasRedaktur Desk Pangan

Berdasarkan laporan Sindonews Ekonomi & Bisnis pada Jumat, 25 September 2026, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa sebanyak 102 tersangka telah diproses hukum terkait berbagai pelanggaran di sektor pangan dari tahun 2024 hingga 2026. Langkah pengetatan ini dilakukan di tengah dinamika ekonomi makro yang tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS), di mana inflasi secara *year-on-year* (*y-on-y*) pada Agustus 2026 berada di angka 3,19 persen. Sementara itu, liputan dari CNN Indonesia Nasional & Politik serta Republika News pada hari yang sama menyoroti langkah konkret di tingkat lokal. Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung melaporkan telah menangkap seribuan ekor kucing liar sepanjang tahun 2026. Upaya penertiban ini, menurut laporan Republika News, bertujuan untuk mengantisipasi potensi ledakan populasi kucing liar di wilayah tersebut.

Dampak bagi pembaca

Pengawasan ketat di sektor pangan dan penertiban populasi hewan liar memberikan dampak langsung terhadap stabilitas harga, keamanan konsumsi masyarakat, serta kesehatan lingkungan perkotaan. Pemerintah diimbau untuk terus mengoptimalkan sinergi antara kebijakan penegakan hukum pangan pusat dan penanganan fasilitas kesehatan hewan di daerah agar ketertiban serta kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (CNN Indonesia Nasional & Politik, Republika News, Sindonews Ekonomi & Bisnis)