GeeGitMEDIA
Novo dan IPMG Tekankan Pembelian Obat Resmi untuk Hindari Produk Ilegal
kesehatan

Novo dan IPMG Tekankan Pembelian Obat Resmi untuk Hindari Produk Ilegal

17 Sep 2026 • 22:20 WIB · Redaktur Desk Kesehatan

Kamis, 17 September 2026, dua entitas kesehatan terkemuka di Indonesia—IPMG (Ikatan Praktisi Medik Gizi) dan perusahaan farmasi global Novo—bersama menyerukan masyarakat untuk membeli obat hanya melalui jalur resmi, guna mencegah peredaran obat ilegal yang dapat mengancam keselamatan pasien penyakit tidak menular. Berdasarkan laporan Kontan Industri & Pangan, IPMG memperkuat sistem farmakovigilans, sementara Sindonews menyoroti komitmen Novo dalam menjaga kualitas produk. Kedua pernyataan ini muncul bersamaan pada hari yang sama, menegaskan urgensi tindakan preventif di seluruh wilayah Indonesia.

Jumlah Sumber Media2
Redaksi BertugasRedaktur Desk Kesehatan

Menurut Kontan Industri & Pangan, IPMG berencana meningkatkan mekanisme farmakovigilans dengan memperluas jaringan pelaporan efek samping dan memperketat audit distribusi obat. Penekanan ini ditujukan khusus pada obat-obatan yang dipakai untuk mengobati penyakit tidak menular, seperti diabetes dan hipertensi, yang prevalensinya tinggi di Indonesia. Sementara itu, Sindonews melaporkan bahwa Novo, perusahaan farmasi asal Denmark, mengingatkan konsumen untuk selalu membeli produk melalui apotek resmi atau distributor berlisensi, menolak segala bentuk penjualan melalui pasar gelap atau platform tidak terverifikasi. Novo menegaskan bahwa kualitas dan keamanan produk menjadi prioritas utama dalam mendukung keselamatan pasien selama proses pengobatan. Kedua media menyoroti pentingnya kolaborasi antara regulator, penyedia layanan kesehatan, dan produsen dalam menutup celah distribusi obat ilegal. Meskipun tidak ada data telemetri khusus yang tersedia, konsistensi pesan dari kedua sumber memperkuat validitas pernyataan tersebut.

Dampak bagi pembaca

Peringatan bersama ini berpotensi menurunkan risiko konsumsi obat palsu yang dapat menimbulkan komplikasi kesehatan serius, terutama pada pasien penyakit tidak menular. Masyarakat diimbau untuk memverifikasi keaslian produk melalui label BPOM, serta melaporkan temuan obat mencurigakan ke otoritas kesehatan. Apotek dan distributor diharapkan meningkatkan transparansi rantai pasokan, sementara regulator dapat memperketat inspeksi dan sanksi bagi pelaku pasar gelap. Langkah-langkah ini diharapkan memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem kesehatan nasional.

Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (Kontan Industri & Pangan, Sindonews Ekonomi & Bisnis)