AHA Centre Rilis Laporan Mingguan Bencana, BMKG Catat Gempa Bandung Magnitudo 4,2
Berdasarkan laporan AHA Centre ASEAN Disaster Alert yang dirilis pada Senin, 24 Agustus 2026, termuat pemantauan bencana mingguan periode 17–23 Agustus 2026, yang dikonfirmasi bersamaan dengan data telemetri resmi BMKG dan pemantauan zona laut terkini.
Liputan dari AHA Centre ASEAN Disaster Alert menyoroti eskalasi pemantauan bencana regional ASEAN sepanjang pekan ketiga Agustus 2026, termasuk dinamika sistem cuaca seperti Siklon Tropis Narra dan Monsun Barat Daya. Sementara itu, berdasarkan data resmi Pusat Gempa Nasional BMKG, tercatat aktivitas seismik tektonik dengan magnitudo 4.2 pada 6 September 2026 pukul 09:06:37 WIB. Pusat gempa tersebut berlokasi di laut pada jarak 81 km sebelah selatan Kabupaten Bandung, dengan kedalaman hiposenter mencapai 58 km. Dari sisi parameter kelautan, telemetri resmi menunjukkan kondisi Laut Jawa (WPP-712) berada dalam status gelombang rendah dengan ketinggian signifikan mencapai 1,08 meter, periode gelombang 4,65 detik, serta kecepatan arus 1,5 km/jam (0,42 m/s). Suhu permukaan laut tercatat stabil pada 28,0 derajat Celsius.
Dampak bagi pembaca
Getaran gempa bumi bermagnitudo 4.2 tersebut dirasakan pada skala intensitas III MMI di wilayah Sindangbarang, Singajaya, Pamengpeuk, serta Rancabuaya, dan skala II MMI di Pangalengan. Berdasarkan rilis resmi BMKG, gempa ini dirasakan untuk diteruskan kepada masyarakat tanpa potensi tsunami. Untuk aktivitas maritim di Laut Jawa, model oseanografi mencatat status gelombang rendah; namun, rujukan resmi keselamatan berlayar tetap mengacu pada instruksi Syahbandar dan BMKG Maritim.
Buka sumber asal: Kompilasi 1 Media (AHA Centre ASEAN Disaster Alert)