GeeGitMEDIA
Kinerja Maybank Indonesia Makin Solid, Laba Sebelum Pajak Capai Rp1,43 Triliun
umum

Kinerja Maybank Indonesia Makin Solid, Laba Sebelum Pajak Capai Rp1,43 Triliun

30 Okt 2026 • 21:10 WIB · Redaksi GeeGit

Berdasarkan laporan terkini dari sektor keuangan yang dirilis pada Jumat, 30 Oktober 2026, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) mencatatkan kinerja yang semakin solid dengan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp1,43 triliun sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026.

Laba Sebelum Pajak BNIIRp1,43 triliun
Laba Bersih ADMFRp1,69 triliun
Kenaikan Laba Bersih ADMF56%
Kenaikan Pendapatan ADMF9%
Redaksi BertugasRedaksi GeeGit

Liputan mendalam dari Kontan Keuangan yang terbit pada Jumat, 30 Oktober 2026, pukul 18.52 WIB, menyoroti pencapaian positif PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) yang berhasil mengukuhkan pertumbuhan laba sebelum pajak hingga mencapai angka Rp1,43 triliun pada periode sembilan bulan pertama tahun 2026. Perolehan ini mencerminkan fundamental keuangan perseroan yang tetap tangguh di tengah dinamika perekonomian nasional. Sementara itu, laporan terpisah dari CNBC Indonesia Market pada hari yang sama pukul 20.12 WIB turut memotret dinamika sektor keuangan dan pembiayaan melalui ulasan mengenai PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF). Liputan tersebut mencatat bahwa warga Indonesia kembali menggeliat dalam mengambil kredit kendaraan, yang mendorong laba bersih Adira melonjak hingga 56% menjadi Rp1,69 triliun pada kuartal ketiga 2026, disertai kenaikan pendapatan sebesar 9% didukung pertumbuhan pembiayaan baru.

Dampak bagi pembaca

Solidnya kinerja keuangan perbankan seperti Maybank Indonesia serta kebangkitan sektor pembiayaan kendaraan yang dicatatkan Adira memberikan sinyal positif terhadap pemulihan daya beli masyarakat dan ekspansi kredit nasional. Bagi konsumen dan dunia usaha, kondisi ini mencerminkan likuiditas perbankan yang terjaga sehat untuk mendukung kebutuhan pembiayaan. Langkah mitigasi yang perlu terus dijaga oleh lembaga keuangan adalah penerapan manajemen risiko yang pruden guna mengantisipasi volatilitas ekonomi global serta menjaga kualitas aset tetap optimal.

Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (CNBC Indonesia Market, Kontan Keuangan)