BRI Finance Targetkan Pertumbuhan Besar di Segmen Pembiayaan Mobil Bekas
BRI Finance, anak perusahaan BRI yang bergerak di bidang pembiayaan konsumen, mengumumkan fokus ekspansi pada segmen pembiayaan mobil bekas pada laporan yang dirilis Senin, 7 September 2026. Menurut Kontan Keuangan, perusahaan melihat peluang signifikan karena pertumbuhan positif dalam kategori ini, yang diperkirakan dapat memperluas basis nasabah dan meningkatkan kontribusi pendapatan di tengah persaingan ketat di pasar otomotif Indonesia.
Berdasarkan laporan Kontan Keuangan, BRI Finance menilai bahwa pembiayaan mobil bekas masih memiliki ruang untuk dikembangkan lebih lanjut. Meskipun tidak ada data kuantitatif spesifik yang disertakan dalam artikel, pernyataan tersebut mencerminkan tren umum di industri pembiayaan kendaraan, di mana konsumen semakin memilih mobil bekas sebagai alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan mobil baru. Tidak ada telemetri resmi yang dapat diverifikasi untuk mendukung angka pertumbuhan, sehingga laporan tetap mengandalkan observasi internal BRI Finance. Tanpa sumber tambahan, narasi tetap berfokus pada perspektif perusahaan, menekankan strategi diversifikasi produk dan upaya memperkuat jaringan dealer serta mitra penjualan mobil bekas. Kontan Keuangan menyoroti bahwa BRI Finance berencana meningkatkan penawaran kredit dengan suku bunga kompetitif, proses persetujuan yang lebih cepat, serta layanan digital yang mempermudah aplikasi bagi konsumen di seluruh Indonesia. Pendekatan ini diharapkan dapat menarik segmen konsumen menengah ke bawah yang mencari solusi pembiayaan fleksibel.
Dampak bagi pembaca
Jika strategi BRI Finance berhasil, konsumen akan mendapatkan akses lebih mudah ke pembiayaan mobil bekas, yang dapat menurunkan beban biaya kepemilikan kendaraan. Bagi industri otomotif, peningkatan pembiayaan bekas dapat menstimulasi pasar sekunder, meningkatkan likuiditas, dan mendorong perputaran kendaraan lama. Dari sisi BRI, ekspansi ini berpotensi menambah volume kredit, memperbaiki rasio profitabilitas, namun juga menuntut manajemen risiko yang ketat mengingat nilai sisa kendaraan bekas yang lebih fluktuatif. Regulator dan otoritas keuangan diharapkan memantau kualitas portofolio untuk memastikan stabilitas sistemik.
Buka sumber asal: Kontan Keuangan