GeeGitMEDIA
Terobosan Riset Sains: Protein Baru Sel, Misi Antariksa SpaceX Crew-14, hingga Samudra Tersembunyi di Bulan Uranus
sains

Terobosan Riset Sains: Protein Baru Sel, Misi Antariksa SpaceX Crew-14, hingga Samudra Tersembunyi di Bulan Uranus

26 Sep 2026 • 03:10 WIB · Redaktur Desk Sains

Berdasarkan himpunan laporan dari berbagai lembaga sains global pada akhir September 2026, dunia riset internasional mencatatkan sejumlah perkembangan signifikan mulai dari penemuan protein tersembunyi yang membantu pembelahan sel oleh Universitas Gothenburg, pengumuman penugasan kru misi antariksa NASA SpaceX Crew-14, hingga indikasi keberadaan samudra purba sedalam lebih dari 100 mil di bawah permukaan es bulan Uranus, Ariel.

Waktu Peluncuran SpaceX Crew-14Paling cepat musim semi 2027
Kedalaman Samudra Purba Bulan ArielLebih dari 100 mil
Jumlah Anggota Kru SpaceX Crew-144 orang
Redaksi BertugasRedaktur Desk Sains

Liputan dari Phys.org Science & Nanotech pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 01.20 WIB, melaporkan bahwa teknologi modern telah membuka jalan bagi penemuan 'proteome tersembunyi'—yakni protein yang dikodekan oleh bagian genom yang sebelumnya diabaikan oleh para peneliti. Berkat kemajuan dalam bidang sekuensing dan analisis protein, para peneliti di University of Gothenburg berhasil mengidentifikasi salah satu protein baru tersebut yang memiliki peran penting dalam membantu sel membelah secara benar. Sementara itu, laporan NASA Breaking News pada Jumat, 25 September 2026, pukul 04.15 WIB, mengumumkan persiapan misi jangka panjang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) melalui program NASA SpaceX Crew-14. Berdasarkan rencana tersebut, empat awak dari tiga badan antariksa dijadwalkan meluncur paling cepat pada musim semi 2027. Posisi komandan pesawat dan pilot diemban oleh astronaut NASA Kayla Barron dan Chris Birch, didampingi oleh astronaut JAXA Makoto Suwa serta kosmonot Roscosmos. Di sisi lain, publikasi ScienceDaily Research News pada Kamis, 24 September 2026, pukul 18.19 WIB, menyoroti temuan astronomi terkait Ariel, salah satu bulan milik planet Uranus. Analisis menunjukkan bahwa bulan tersebut dulunya mungkin menyimpan samudra bawah permukaan dengan kedalaman lebih dari 100 mil di balik cangkang esnya yang retak. Temuan ini, yang diperkuat oleh bukti serupa pada bulan Miranda, mengindikasikan bahwa sistem Uranus yang jauh tersebut berpotensi menyimpan banyak dunia samudra tersembunyi. Data telemetri terkait eksplorasi luar angkasa turut dikonfirmasi melalui rilis NASA APOD bertanggal 25 September 2026 yang menampilkan gugus bola Omega Centauri.

Dampak bagi pembaca

Rangkaian penemuan dan pencapaian ilmiah ini memberikan dampak besar bagi kemajuan ilmu pengetahuan global, mulai dari pemahaman mendalam mengenai biologi seluler manusia hingga perluasan wawasan astrofisika dan eksplorasi tata surya. Penemuan protein tersembunyi membuka peluang baru dalam bidang medis dan riset genom, sementara misi eksplorasi antariksa memperkuat kolaborasi internasional serta memperkaya pemahaman manusia mengenai potensi kehidupan di luar bumi. Masyarakat dan dunia akademis diimbau untuk terus memantau perkembangan riset lanjutan yang dipublikasikan oleh lembaga-lembaga terkait.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Phys.org Science & Nanotech, NASA Breaking News, ScienceDaily Research News)