Penanggalan Luminesensi Ubah Usia Situs Mammoth di South Dakota Lebih dari 100.000 Tahun
Berdasarkan laporan Phys.org Science & Nanotech pada Minggu, 13 September 2026, penelitian terbaru menggunakan penanggalan luminesensi yang dipublikasikan dalam jurnal Quaternary Research mengungkapkan bahwa sisa-sisa mammoth purba di South Dakota, Amerika Serikat, berusia lebih dari 160.000 tahun, jauh lebih tua dari perkiraan sebelumnya yang mencapai sekitar 26.000 tahun.
Situs purbakala yang terletak di dalam sebuah lubang pembenaman atau sinkhole kuno ini menyimpan sisa-sisa puluhan mammoth. Hewan-hewan raksasa zaman es tersebut dulunya diyakini masuk dan terperangkap di mata air hangat hingga menemui ajalnya. Liputan Phys.org Science & Nanotech menjelaskan bahwa temuan mutakhir ini merevisi lini masa ilmiah terkait keberadaan megafauna di wilayah tersebut. Sementara itu, laporan terpisah dari ScienceDaily Research News sempat menyoroti isu perubahan iklim global yang memutus hubungan iklim antara Samudra Hindia dan Pasifik. Namun, fokus utama peristiwa arkeologi ini menegaskan pergeseran signifikan dalam sejarah purbakala berkat metode penanggalan baru.
Dampak bagi pembaca
Revisi usia hingga lebih dari 100.000 tahun ini berdampak besar bagi komunitas ilmuwan dan paleontolog dalam memahami evolusi serta kepunahan mamalia zaman es di Amerika Utara. Temuan ini mendorong peneliti untuk meninjau kembali catatan sejarah geologis dan migrasi fauna purba, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan teknik penanggalan ilmiah yang lebih presisi di masa depan.
Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (Phys.org Science & Nanotech, ScienceDaily Research News)