Fisikawan Selidiki Asal-Usul Badai Kosmik Lewat Studi Terbaru CERN
Pada Senin, 14 September 2026, dunia ilmu pengetahuan dikejutkan oleh publikasi riset terbaru dari CERN yang mengupas fenomena hujan partikel kosmik yang menembus atmosfer bumi, diperkuat oleh rilis data astronomi harian NASA.
Berdasarkan laporan Phys.org Science & Nanotech yang dirilis pada Senin, 14 September 2026, pukul 22.00 WIB, para fisikawan berhasil memperbesar pengamatan pada proses kelahiran badai hujan kosmik. Disebutkan bahwa setiap detik, partikel berenergi tinggi meluncur menembus tubuh manusia dengan kecepatan hampir setara kecepatan cahaya. Partikel tersebut berasal dari hujan badai di lapisan atas atmosfer, tempat sinar kosmik antarbintang menumbuk atom-atom bumi dan memecahnya menjadi pancuran partikel. Sementara itu, liputan dari NASA Breaking News pada Senin, 14 September 2026, pukul 11.05 WIB, menyajikan perspektif pelengkap melalui Astronomy Picture of the Day (APOD) bertajuk "Where Your Elements Came From". Publikasi NASA ini mengonfirmasi asal-usul unsur pembentuk kehidupan di alam semesta, seperti hidrogen yang terkandung dalam setiap molekul tubuh manusia. Data resmi telemetri NASA APOD turut memvalidasi tanggal rilis materi astronomi tersebut tepat pada 14 September 2026.
Dampak bagi pembaca
Pemahaman mendalam mengenai badai kosmik dan asal-usul unsur materi ini memberikan implikasi besar bagi perkembangan sains modern, khususnya dalam bidang astrofisika dan fisika partikel. Penelitian CERN membantu para ilmuwan memetakan dampak radiasi kosmik terhadap atmosfer bumi serta teknologi satelit. Langkah mitigasi yang diperlukan mencakup peningkatan sistem pelindung radiasi pada infrastruktur dirgantara dan telekomunikasi global untuk mengantisipasi fluktuasi partikel berenergi tinggi.
Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (Phys.org Science & Nanotech, NASA Breaking News)