GeeGitMEDIA
Kemenhub Targetkan Penurunan Harga Tiket Pesawat 11%-13% pada Libur Nataru 2026/2027
wisata

Kemenhub Targetkan Penurunan Harga Tiket Pesawat 11%-13% pada Libur Nataru 2026/2027

27 Okt 2026 • 03:10 WIB · Redaktur Desk Wisata

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan harga tiket pesawat turun antara 11% hingga 13% selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027. Target ini diumumkan pada Senin, 26 Oktober 2026, sebagai upaya menjaga keterjangkauan tarif, menekan inflasi, dan mendongkrak aktivitas wisata domestik. Penurunan harga akan didukung oleh alokasi anggaran stimulus sebesar Rp883,4 miliar untuk memberikan diskon lintas moda transportasi.

Target Penurunan Harga Tiket11%-13%
Anggaran Stimulus DiskonRp883,4 miliar
Redaksi BertugasRedaktur Desk Wisata

Berdasarkan laporan Kontan Industri & Pangan, Kemenhub menargetkan penurunan harga tiket pesawat sebesar 11%-13% pada Nataru 2026/2027 untuk menjaga keterjangkauan tarif dan menekan inflasi. Detik Finance mengonfirmasi angka yang sama, menekankan bahwa target tersebut berlaku selama libur Natal dan Tahun Baru. Kedua media menyoroti bahwa kebijakan ini diharapkan meningkatkan mobilitas masyarakat menjelang musim liburan. Sementara itu, Sindonews Ekonomi & Bisnis menambahkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp883,4 miliar untuk memberikan diskon tidak hanya pada tiket pesawat, tetapi juga pada tiket kereta api, kapal laut, dan feri. Sindonews menekankan bahwa stimulus ini akan diterapkan secara bersamaan dengan target penurunan harga, meskipun belum ada data telemetri resmi yang dapat memverifikasi realisasi angka tersebut pada tahap ini.

Dampak bagi pembaca

Jika target penurunan harga tercapai, konsumen berpotensi menghemat biaya perjalanan hingga puluhan persen, yang dapat merangsang peningkatan kunjungan wisata domestik dan mempercepat pemulihan sektor pariwisata pasca‑pandemi. Bagi maskapai, penurunan tarif dapat menurunkan margin keuntungan, namun diimbangi oleh volume penumpang yang lebih tinggi. Pemerintah disarankan memantau dinamika harga secara real‑time dan memastikan transparansi mekanisme diskon agar manfaat tepat sasaran.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Kontan Industri & Pangan, Detik Finance, Sindonews Ekonomi & Bisnis)