GeeGitMEDIA
Dukungan Terus Menguat pada Infantino Meski Suara Terbelah, Menjelang Pilpres FIFA 2027
olahraga

Dukungan Terus Menguat pada Infantino Meski Suara Terbelah, Menjelang Pilpres FIFA 2027

09 Sep 2026 • 17:46 WIB · Redaktur Desk Olahraga

Gianni Infantino, presiden FIFA, menghadapi tekanan politik yang meningkat pada 9 September 2026, namun tetap memperoleh dukungan solid dari mayoritas konfederasi sepak bola menjelang pemilihan presiden FIFA 2027; kritik terpusat pada beberapa konfederasi, namun tidak menggerus posisi Infantino, sebagaimana dilaporkan oleh Republika dan kontras dengan liputan klub sepak bola lain pada hari yang sama.

Tahun Pemilihan FIFA2027
Jumlah Media yang Laporkan Infantino1
Jumlah Media Olahraga Lainnya4
Tanggal Laporan Republika09 Sep 2026
Redaksi BertugasRedaktur Desk Olahraga

Berdasarkan laporan Republika (09 Sep 2026 11:38 WIB), gelombang kritik dari sejumlah konfederasi tidak serta-merta menggoyahkan posisi Infantino yang masih didukung kuat oleh mayoritas anggota FIFA. Republika menekankan bahwa meski ada suara terbelah, mayoritas asosiasi nasional dan konfederasi tetap menyatakan kepercayaan pada kepemimpinan Infantino menjelang pemilihan 2027. Sementara itu, empat media olahraga lain pada tanggal yang sama menyoroti pertandingan klub: CNN Indonesia (09 Sep 2026 17:17 WIB) menulis tentang Napoli yang tetap percaya diri melawan Arsenal di Liga Champions; Detik Health (09 Sep 2026 17:16 WIB) menyoroti inisiatif Como 1907 memberi tiket kepada suporter lansia; Sindonews Sports (09 Sep 2026 14:05 WIB) melaporkan Presiden Como menyerahkan kursi manajemen kepada suporter; dan BBC Sport (09 Sep 2026 05:30 GMT) mengulas posisi PSG dalam dinamika dinasti sepak bola Eropa. Tidak ada satu pun dari empat outlet tersebut membahas isu kepemimpinan FIFA, menegaskan bahwa topik Infantino menjadi fokus khusus Republika. Tidak ada data telemetri resmi yang dapat mengkonfirmasi angka dukungan, sehingga laporan mengandalkan pernyataan resmi dan kutipan media.

Dampak bagi pembaca

Jika dukungan mayoritas tetap terjaga, kemungkinan besar kebijakan strategis FIFA—seperti reformasi keuangan, program pengembangan sepak bola akar rumput, dan agenda turnamen—akan berlanjut tanpa gangguan signifikan. Namun, suara kritis dari beberapa konfederasi dapat memicu perdebatan tentang transparansi dan tata kelola, menuntut FIFA memperkuat dialog internal sebelum pemilihan 2027. Anggota federasi diharapkan menyiapkan posisi resmi, sementara sponsor dan mitra komersial akan memantau stabilitas kepemimpinan untuk menyesuaikan investasi mereka.

Buka sumber asal: Kompilasi 5 Media (CNN Indonesia Olahraga, Detik Health, Sindonews Sports)