Gertakan Trump Setop Ekspor Diesel Bikin Uni Eropa Panik, Kiamat Energi Makin Nyata?
Ketegangan geopolitik dan sentimen global memicu gejolak ekonomi dan energi internasional pada akhir pekan ini, di mana Uni Eropa dilaporkan mengalami kepanikan mendalam akibat ancaman penghentian ekspor diesel oleh Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan Sindonews Ekonomi & Bisnis yang dirilis pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 21.14 WIB, Uni Eropa menyuarakan kekhawatiran mendalam usai Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengancam bakal menghentikan ekspor diesel AS selama 90 hari. Sementara itu, liputan Kontan Investasi & Makro pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 22.00 WIB, menyoroti bahwa nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang perdagangan pekan ini di tengah tekanan sentimen global. Tekanan ini sejalan dengan data telemetri pasar keuangan di mana nilai tukar USD/IDR tercatat berada di level 17.913,9 dengan pergeseran persentase sebesar -0,1 persen. Di sisi lain, Katadata Riset & Ekonomi melaporkan pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 16.18 WIB, bahwa Iran menawarkan rencana tujuh hari kepada Amerika Serikat untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan lalu lintas pelayaran normal dengan mengajukan sejumlah syarat tertentu.
Dampak bagi pembaca
Gejolak geopolitik global terkait pasokan energi dan pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor energi serta memicu tekanan inflasi domestik. Sebagai catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) pada Agustus 2026 berada di level 3,19 persen. Pemerintah dan pelaku industri diimbau untuk memperkuat langkah mitigasi rantai pasok serta melakukan efisiensi guna menghadapi ketidakpastian pasar global.
Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Kontan Investasi & Makro, Sindonews Ekonomi & Bisnis, Katadata Riset & Ekonomi)