GeeGitMEDIA
Patokan Minyak Mentah RI September 2026 Melesat ke USD112,81 per Barel, Harga BBM Bakal Naik?
ekonomi

Patokan Minyak Mentah RI September 2026 Melesat ke USD112,81 per Barel, Harga BBM Bakal Naik?

13 Okt 2026 • 15:10 WIB · Redaktur Desk Ekonomi

Pemerintah secara resmi menetapkan rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) atau harga minyak mentah Indonesia pada September 2026 sebesar USD112,81 per barel, yang didorong oleh gejolak di kawasan Timur Tengah dan mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 26% atau naik USD23,38 dibandingkan posisi Agustus 2026.

ICP September 2026USD112,81 per barel
Kenaikan dari Agustus 2026USD23,38 (26%)
Redaksi BertugasRedaktur Desk Ekonomi

Berdasarkan laporan dari Sindonews Ekonomi & Bisnis serta riset mendalam Katadata, kenaikan tajam harga minyak mentah Indonesia ini langsung memicu kekhawatiran publik terkait potensi penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri. Gejolak geopolitik global di Timur Tengah menjadi faktor utama yang mendongkrak harga komoditas energi tersebut hingga menembus level USD112 per barel. Sementara itu, menanggapi keresahan masyarakat mengenai potensi lonjakan harga di SPBU, liputan CNBC Indonesia Market mengungkapkan langkah mitigasi pemerintah. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung memastikan bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan pada tahun ini, meskipun harga minyak mentah dunia sedang melonjak tinggi. Pemerintah menyatakan akan fokus mengoptimalkan alokasi anggaran yang ada guna menahan beban subsidi energi tersebut.

Dampak bagi pembaca

Lonjakan harga minyak mentah hingga USD112,81 per barel memberikan tekanan berat terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terkait beban subsidi energi. Namun, kepastian pemerintah untuk menahan harga BBM subsidi memberikan angin segar bagi stabilitas daya beli masyarakat dan sektor UMKM. Kendati demikian, tantangan fiskal tetap besar, sehingga optimalisasi anggaran dan efisiensi belanja negara menjadi langkah mitigasi kunci yang harus ditempuh pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian global.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (CNBC Indonesia Market, Sindonews Ekonomi & Bisnis, Katadata Riset & Ekonomi)