GeeGitMEDIA
Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai dan Ungkap Potensi Kerugian Ekspor SDA
ekonomi

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai dan Ungkap Potensi Kerugian Ekspor SDA

17 Sep 2026 • 00:20 WIB · Redaktur Desk Ekonomi

Presiden Prabowo Subianto meresmikan jalur operasional Light Rail Transit (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading hingga Manggarai pada Rabu, 16 September 2026. Dalam kesempatan terpisah di hari yang sama, Presiden juga membeberkan data strategis mengenai kerugian negara akibat kecurangan ekspor sumber daya alam.

Kerugian Ekspor SDAUS$ 908 miliar
Periode Kerugian34 tahun
Rute LRT DiresmikanKelapa Gading - Manggarai
Redaksi BertugasRedaktur Desk Ekonomi

Berdasarkan laporan dari CNN Indonesia Ekonomi pada Rabu, 16 September 2026, 19.34 WIB, Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan moda transportasi massal Light Rail Transit (LRT) Jakarta dengan rute Kelapa Gading (KPG) hingga Manggarai (MGI). Peresmian infrastruktur ini diharapkan mampu mengurai kemacetan perkotaan serta meningkatkan efisiensi mobilitas warga ibu kota. Sementara itu, liputan dari Katadata Riset & Ekonomi pada Rabu, 16 September 2026, 22.57 WIB, menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengungkapkan bahwa Indonesia telah kehilangan potensi pendapatan yang masif. Negara tercatat kehilangan US$ 908 miliar selama kurun waktu 34 tahun akibat praktik kecurangan dalam bentuk 'underinvoicing' atau manipulasi nilai ekspor sumber daya alam (SDA). Angka ini mencerminkan tantangan besar dalam tata kelola pengawasan komoditas ekspor nasional.

Dampak bagi pembaca

Pengungkapan kerugian ekspor SDA senilai ratusan miliar dolar menuntut penegakan hukum yang lebih ketat serta pembenahan sistem pengawasan devisa hasil ekspor oleh instansi berwenang. Di sisi lain, beroperasinya rute baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat perkotaan berupa penyediaan opsi transportasi publik yang lebih terintegrasi, cepat, dan ramah lingkungan.

Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (Katadata Riset & Ekonomi, CNN Indonesia Ekonomi)