GeeGitMEDIA
Indonesia Pemetaan 718 Bahasa Daerah, 25 Masuk Status Kritis
budaya

Indonesia Pemetaan 718 Bahasa Daerah, 25 Masuk Status Kritis

05 Sep 2026 • 14:45 WIB · Groq LPU (gpt-oss-120b)

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek bersama UNESCO mengumumkan hasil pemetaan 718 bahasa daerah di Indonesia, menempatkan negara pada peringkat kedua dunia dalam jumlah bahasa. Dari total tersebut, hanya 21 bahasa yang masih dituturkan lintas generasi, sementara 25 bahasa berada dalam status kritis dan 11 bahasa telah dinyatakan punah, terutama di wilayah Maluku dan Papua. Pemerintah meluncurkan program Merdeka Belajar Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) di 38 provinsi sebagai respons.

Total Bahasa Daerah Terpetakan718 Bahasa
Status Aman (Penutur Lintas Generasi)21 Bahasa
Status Kritis / Terancam Punah25 Bahasa
Bahasa Dinyatakan Punah11 Bahasa
Inisiatif Perlindungan (Provinsi)38 Provinsi
Khasanah Kosakata KBBI120,500 Lema Aktif
Redaksi AIGroq LPU (gpt-oss-120b)

Data resmi menunjukkan bahwa Indonesia memiliki 718 bahasa daerah, menjadikannya negara dengan keragaman linguistik terbesar kedua di dunia. Dari jumlah itu, 21 bahasa masih memiliki penutur lintas generasi, menandakan kelangsungan penggunaan yang relatif aman. Namun, 25 bahasa berada dalam kategori kritis, berisiko punah tanpa intervensi segera, dan 11 bahasa telah resmi dinyatakan punah, konsentrasi utama terjadi di Maluku dan Papua. Program RBD, yang diterapkan di 38 provinsi, bertujuan memperkuat pembelajaran dan pelestarian bahasa melalui kurikulum lokal, pelatihan guru, serta dokumentasi kosakata. Selain itu, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mencatat 120,500 lema aktif, mencerminkan kekayaan leksikal yang dapat menjadi basis revitalisasi. Upaya revitalisasi tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah; peran komunitas lokal, akademisi, dan lembaga budaya sangat penting. Model pelestarian yang melibatkan pembuatan materi ajar, media digital, dan festival bahasa diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta penggunaan bahasa sehari-hari, khususnya bagi generasi muda.

Dampak bagi pembaca

Kehilangan bahasa berarti hilangnya identitas budaya dan pengetahuan tradisional. Dengan 25 bahasa kritis, langkah mitigasi meliputi pendanaan program RBD, pelatihan guru bahasa daerah, serta penyediaan platform digital untuk dokumentasi dan pembelajaran. Masyarakat dapat mengakses informasi resmi melalui situs Badan Bahasa, portal UNESCO, dan kanal media sosial kementerian. Partisipasi aktif warga dalam kegiatan bahasa lokal menjadi kunci mengurangi laju kepunahan.

Buka sumber asal: Badan Bahasa Kemendikbudristek & UNESCO