GeeGitMEDIA
Erupsi Anak Krakatau Guncang Penerbangan Bali: 42 Jadwal Batal, Soetta Tutup Hingga Tengah Malam
bencana

Erupsi Anak Krakatau Guncang Penerbangan Bali: 42 Jadwal Batal, Soetta Tutup Hingga Tengah Malam

07 Sep 2026 • 06:42 WIB · Redaktur Desk Wisata

Akibat erupsi Gunung Anak Krakatau pada 6 September 2026, penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dan Bandara Soetta, Lombok, dihentikan sebagian; CNN Indonesia melaporkan 42 penerbangan dibatalkan atau disesuaikan hingga minggu depan, sementara Kontan mencatat operasional Soetta ditutup hingga tengah malam pada hari yang sama.

Penerbangan dibatalkan di Ngurah Rai42 penerbangan
Durasi penutupan Soettahingga tengah malam (00:00 WIB) 6 Sep 2026
Redaksi BertugasRedaktur Desk Wisata

Menurut laporan CNN Indonesia Ekonomi yang dirilis pada 7 September 2026, sebanyak 42 penerbangan yang dijadwalkan di Bandara Ngurah Rai dibatalkan atau mengalami penyesuaian waktu sebagai respons langsung terhadap abu vulkanik dan potensi gangguan visibilitas. Media tersebut menekankan bahwa pembatalan ini bersifat sementara dan diperkirakan akan berlanjut hingga akhir minggu, menyesuaikan dengan evaluasi kondisi lapangan udara. Sementara itu, Kontan Industri & Pangan menyoroti dampak yang lebih spesifik pada Bandara Soetta di Lombok. Dalam artikel yang dipublikasikan pada 6 September 2026, mereka mencatat bahwa seluruh operasional penerbangan di Soetta dihentikan hingga tengah malam (00:00 WIB) pada hari Minggu, 6 September, sebagai langkah pencegahan terhadap abu yang dapat mengganggu sistem navigasi dan keselamatan penerbangan. Kedua media sepakat bahwa keputusan penutupan bersumber dari otoritas penerbangan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memantau aktivitas vulkanik. Tidak ada data telemetri resmi tambahan yang tersedia untuk mengkonfirmasi angka-angka tersebut, namun laporan resmi bandara dan pernyataan BMKG menjadi acuan utama.

Dampak bagi pembaca

Penutupan sementara penerbangan di dua bandara utama wilayah wisata Indonesia menimbulkan gangguan signifikan bagi pelancong domestik dan internasional, mengakibatkan penurunan kunjungan ke destinasi Bali dan Lombok serta potensi kerugian pendapatan bagi maskapai dan sektor perhotelan. Airline mengalihkan penumpang ke rute alternatif atau menawarkan penjadwalan ulang, sementara otoritas bandara bekerja sama dengan BMKG untuk memantau kualitas udara dan mengeluarkan peringatan secara real‑time. Bagi wisatawan, rekomendasi mitigasi meliputi pengecekan status penerbangan secara berkala, penggunaan asuransi perjalanan, dan kesiapan untuk menyesuaikan itinerary.

Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (CNN Indonesia Ekonomi, Kontan Industri & Pangan)