Surat Al‑Mulk Dikatakan Selamatkan Laki‑Laki dari Siksa Kubur, Menurut Syaikh Nawawi Al‑Bantani
Pada Selasa, 15 September 2026, Sindonews Kalam & Budaya melaporkan kisah seorang laki‑laki yang diyakini selamat dari siksa kubur setelah membaca dan menghafal Surat Al‑Mulk, sebuah amalan yang dijelaskan oleh Syaikh Nawawi Al‑Bantani sebagai sarana perlindungan akhirat; laporan tersebut tidak menyebutkan identitas atau lokasi spesifik korban, namun menekankan keutamaan surat ke‑67 dalam Al‑Quran sebagai penyelamat jiwa setelah kematian.
Sindonews menyoroti bahwa riwayat tersebut berasal dari tradisi hadis dan tafsir klasik, di mana Syaikh Nawawi Al‑Bantani menegaskan bahwa membaca Surat Al‑Mulk secara rutin dapat menolak siksa kubur. Artikel tersebut menekankan pentingnya menghafal ayat‑ayat serta mengamalkan nilai spiritualnya. Sementara itu, Antara News Humaniora pada hari yang sama memuat laporan tentang 16 pilihan profesi bagi lulusan Teknik Biomedis, yang tidak berhubungan dengan tema siksa kubur. Perbandingan ini menunjukkan bahwa hanya satu sumber yang relevan dengan topik keagamaan, sementara sumber kedua mencerminkan keragaman liputan media pada tanggal yang sama. Tidak ada data telemetri resmi yang dapat mengonfirmasi atau menolak klaim keagamaan tersebut, sehingga verifikasi bergantung pada otoritas keilmuan Islam yang disebutkan.
Dampak bagi pembaca
Kisah ini berpotensi memperkuat praktik membaca Surat Al‑Mulk di kalangan umat Islam, khususnya menjelang akhir hayat, serta menambah minat studi keagamaan tentang eskatologi. Di sisi lain, penyebaran narasi tanpa bukti empiris dapat menimbulkan interpretasi literal yang berisiko menimbulkan ketakutan berlebih. Oleh karena itu, ulama dan lembaga pendidikan agama disarankan memberikan konteks historis dan teologis yang tepat, sekaligus menekankan bahwa amalan tersebut bersifat spiritual, bukan jaminan mutlak keselamatan. Upaya edukatif melalui kajian kitab klasik dan ceramah publik dapat menyeimbangkan harapan umat dengan pemahaman yang rasional.
Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (Sindonews Kalam & Budaya, Antara News Humaniora)