Viral Produk Beeru Stevia Diduga Tak Sesuai Klaim, BPOM Lakukan Penyelidikan
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah menyelidiki produk pemanis tetes Beeru Stevia yang viral di media sosial setelah diungkap oleh figur publik dengan sebutan Doktif terkait dugaan kandungan pemanis buatan yang tidak sesuai label, di mana pihak berwenang menegaskan kesiapan untuk mencabut izin edar jika terbukti melanggar.
Berdasarkan laporan dari Sindonews Lifestyle & Kesehatan yang dirilis pada Selasa, 3 November 2026, polemik mengenai Beeru Stevia memanas setelah adanya temuan dugaan penggunaan pemanis buatan tak berlabel pada produk tersebut. Menanggapi polemik yang meresahkan masyarakat ini, BPOM bergerak cepat untuk melakukan pengujian dan penyelidikan mendalam terhadap produk yang bersangkutan. Sementara itu, liputan dari CNN Indonesia Gaya Hidup & Wisata pada Rabu, 4 November 2026, menyoroti bahwa produk stevia tetes yang beredar di pasaran diduga mengandung bahan tambahan pemanis buatan yang harus diawasi ketat. Dalam regulasinya, BPOM telah mengatur secara spesifik jenis pemanis alami maupun buatan apa saja yang diizinkan beredar di Indonesia agar aman dikonsumsi publik. Di sisi lain, Detik Health dalam beritanya pada Rabu, 4 November 2026, mengulas berbagai jenis pemanis buatan yang kerap digunakan sebagai alternatif gula, seperti aspartam hingga sukralosa. Meskipun menawarkan rasa manis tanpa kalori tinggi, masyarakat diingatkan untuk tetap memperhatikan risiko, efek samping, serta batas asupan harian yang disarankan agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan.
Dampak bagi pembaca
Kasus viral ini memberikan implikasi nyata bagi konsumen untuk lebih teliti dan kritis dalam memilih produk pangan serta suplemen kesehatan yang beredar di pasaran. Sebagai langkah mitigasi, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada klaim pemasaran semata, selalu memeriksa izin edar resmi dari BPOM, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang jika mengalami keluhan atau gejala kesehatan tertentu setelah mengonsumsi produk tersebut.
Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (CNN Indonesia Gaya Hidup & Wisata, Detik Health, Sindonews Lifestyle & Kesehatan)