GeeGitMEDIA
Dirjen Pajak Endus Kejanggalan Rotasi Pejabat Kemenkeu di Era Purbaya
ekonomi

Dirjen Pajak Endus Kejanggalan Rotasi Pejabat Kemenkeu di Era Purbaya

17 Sep 2026 • 07:20 WIB · Redaktur Desk Ekonomi

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengendus adanya kejanggalan dalam perombakan ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan yang dilakukan pada era Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, memicu polemik internal setelah dua Dirjen meminta agar rotasi tersebut dibatalkan.

Waktu Laporan KatadataRabu, 16 September 2026, 21.59 WIB
Waktu Laporan Detik FinanceKamis, 17 September 2026, 05.55 WIB
Redaksi BertugasRedaktur Desk Ekonomi

Berdasarkan penelusuran dari berbagai media independen, isu internal di Kementerian Keuangan ini mencuat dan menjadi sorotan publik pada pertengahan September 2026. Liputan Katadata Riset & Ekonomi pada Rabu, 16 September 2026, pukul 21.59 WIB mengungkapkan bahwa Dirjen Pajak Bimo Wijayanto mencium aroma kejanggalan di balik kebijakan rotasi ratusan pejabat era Purbaya Yudhi Sadewa. Sementara itu, laporan dari Detik Finance pada Kamis, 17 September 2026, pukul 05.55 WIB memperkuat dinamika tersebut dengan mengonfirmasi bahwa terdapat dua Direktur Jenderal di Kementerian Keuangan yang secara resmi meminta agar perombakan atau perdebatan rotasi pejabat di era kepemimpinan Purbaya tersebut dibatalkan. Di sisi lain, CNN Indonesia Ekonomi dalam beritanya pada Kamis, 17 September 2026, pukul 06.48 WIB, turut menyoroti spektrum transisi kepemimpinan ini dengan membahas kalkulasi hak keuangan negara berupa besaran uang pensiun yang diterima Purbaya Yudhi Sadewa setelah tidak lagi menjabat sebagai menteri keuangan.

Dampak bagi pembaca

Polemik internal terkait kejanggalan rotasi dan permintaan pembatalan perombakan pejabat berpotensi mengganggu stabilitas birokrasi serta efektivitas kinerja institusi pengelola keuangan negara. Langkah mitigasi yang diperlukan adalah transparansi audit administratif dan dialog terbuka guna menjaga integritas aparatur sipil negara di Kementerian Keuangan.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (CNN Indonesia Ekonomi, Detik Finance, Katadata Riset & Ekonomi)