Minum Susu dan Risiko Kenaikan Berat Badan: Fakta atau Mitos?
Pada Senin, 7 September 2026, Detik Health menerbitkan laporan yang menelaah klaim populer bahwa konsumsi susu dapat membuat tubuh menjadi gemuk. Artikel tersebut menanyakan apakah pernyataan itu berdasar fakta ilmiah atau sekadar mitos, menyoroti mengapa banyak orang mengaitkan susu dengan penambahan lemak, serta menjelaskan bagaimana pola makan dan total asupan kalori berperan dalam perubahan berat badan.
Detik Health mengutip pendapat umum bahwa susu sering dijadikan "biang kerok" bagi mereka yang mengalami kenaikan berat badan. Penulis menegaskan bahwa susu memang mengandung kalori, lemak, dan protein, namun tidak ada bukti langsung bahwa satu porsi susu secara otomatis meningkatkan lemak tubuh. Menurut artikel, faktor utama yang menentukan kenaikan berat badan adalah keseimbangan energi: jika total kalori yang masuk melebihi yang terbakar, maka berat badan akan naik, terlepas dari sumber kalori tersebut. Sebaliknya, bila susu dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang dan disertai aktivitas fisik yang memadai, ia dapat menjadi sumber nutrisi penting tanpa menimbulkan efek gemuk. Penulis juga menyinggung bahwa beberapa studi menunjukkan susu dapat meningkatkan rasa kenyang, yang pada gilirannya membantu mengontrol asupan makanan lain. Namun, tidak ada data kuantitatif spesifik yang disajikan dalam laporan, sehingga pembaca disarankan untuk memperhatikan porsi dan frekuensi konsumsi sesuai kebutuhan individu.
Dampak bagi pembaca
Bagi konsumen, pemahaman bahwa susu bukan penyebab utama kegemukan dapat mengurangi kecemasan berlebihan dan mendorong pilihan makanan yang lebih beragam. Industri susu dapat memanfaatkan klarifikasi ini dalam kampanye edukasi nutrisi, sementara ahli gizi disarankan menekankan pentingnya total kalori harian dan aktivitas fisik dalam program penurunan berat badan. Pemerintah dan lembaga kesehatan dapat memperkuat pesan melalui materi edukatif yang menekankan konteks keseluruhan pola makan, bukan sekadar menyoroti satu jenis makanan.
Buka sumber asal: Detik Health