GeeGitMEDIA
Gempa M4.9 Guncang Laut Banggai, BMKG Catat Kedalaman 7 Km
bencana

Gempa M4.9 Guncang Laut Banggai, BMKG Catat Kedalaman 7 Km

06 Sep 2026 • 15:06 WIB · Redaktur Desk Bencana & Geologi

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4.9 mengguncang wilayah perairan timur laut Banggai pada Jumat (06/09/2026) pukul 13:41:25 WIB. Berdasarkan data telemetri resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa terletak di laut dengan jarak 74 km dari daratan, pada kedalaman dangkal 7 km. Guncangan ini dilaporkan dirasakan di wilayah Luwuk dengan intensitas II-III MMI, memicu kewaspadaan masyarakat terhadap potensi guncangan susulan.

Magnitudo4.9
Kedalaman7 km
Jarak Episentrum74 km timur laut Banggai
Intensitas DirasakanII - III MMI (Luwuk)
Redaksi BertugasRedaktur Desk Bencana & Geologi

Menurut rilis resmi BMKG, parameter awal gempa menunjukkan aktivitas seismik yang signifikan di zona subduksi atau sesar aktif di sekitar Sulawesi Tengah. Data dari portal data.bmkg.go.id mengonfirmasi bahwa pusat gempa berada di titik koordinat laut, 74 km arah timur laut dari pusat Kabupaten Banggai. Kedalaman hiposenter yang sangat dangkal, yakni hanya 7 km, menjadi faktor utama mengapa guncangan dapat dirasakan hingga ke daratan meskipun episentrum berada di laut. Laporan dampak seismik mencatat bahwa getaran dirasakan di Luwuk dengan skala intensitas II-III MMI, yang berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, dan getaran dirasakan nyata di dalam rumah (seperti ada truk berlalu). Hingga saat ini, BMKG belum mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah pesisir Banggai, namun terus memantau perkembangan aktivitas seismik secara real-time.

Dampak bagi pembaca

Gempa dangkal dengan magnitudo mendekati 5.0 berpotensi menimbulkan kerusakan ringan pada struktur bangunan yang tidak memenuhi standar tahan gempa, terutama di daerah pesisir Luwuk. Bagi masyarakat, langkah mitigasi utama adalah tetap tenang, menghindari panik, dan segera menjauhi bangunan yang retak atau tidak stabil. Masyarakat pesisir diimbau untuk tidak terpancing isu hoaks mengenai potensi tsunami dan senantiasa mengacu pada informasi resmi dari BMKG. Bagi sektor maritim, aktivitas pelayaran lokal perlu memperhatikan kondisi laut yang mungkin mengalami perubahan gelombang kecil akibat guncangan dasar laut, dengan tetap mengutamakan keselamatan sesuai prosedur Syahbandar.

Buka sumber asal: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)