Badan Bahasa Kembangkan Program Revitalisasi Lindungi 718 Bahasa Daerah Nusantara
Badan Bahasa Kemendikbudristek bersama UNESCO menggulirkan strategi perlindungan komprehensif untuk menyelamatkan 718 bahasa daerah di Nusantara melalui program revitalisasi berbasis sekolah dasar dan komunitas.
Berdasarkan laporan resmi Badan Bahasa Kemendikbudristek, kekayaan linguistik Indonesia yang mencapai 718 bahasa daerah menghadapi ancaman kepunahan sehingga memerlukan intervensi terstruktur. Sebagai bentuk respons nyata, pemerintah menginisiasi program perlindungan melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Kemendikbud. Liputan dari berbagai sumber pendidikan menyoroti bahwa fokus tematik dari program ini menitikberatkan pada pengajaran bahasa daerah secara langsung di tingkat sekolah dasar dan komunitas lokal. Pendekatan ini dinilai efektif untuk mendekatkan kembali penutur muda dengan warisan bahasa ibu mereka di tengah gempuran globalisasi.
Dampak bagi pembaca
Implikasi nyata dari program revitalisasi ini adalah pelestarian identitas kultural bangsa serta pencegahan kepunahan warisan tak benda. Langkah mitigasi yang ditempuh melibatkan integrasi kurikulum lokal dan partisipasi aktif komunitas guna memastikan regenerasi penutur bahasa daerah tetap berjalan secara berkesinambungan.
Buka sumber asal: Badan Bahasa Kemendikbudristek & UNESCO