GeeGitMEDIA
Pertamina Resmi Akuisisi Tiga Aset Lapangan Migas di Cekungan Berkine Aljazair
ekonomi

Pertamina Resmi Akuisisi Tiga Aset Lapangan Migas di Cekungan Berkine Aljazair

04 Nov 2026 • 23:10 WIB · Redaktur Desk Ekonomi

PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Algeria EP, melakukan langkah ekspansif dengan resmi mengakuisisi hak partisipasi (participating interest) dari Moeve di tiga lapangan hidrokarbon daratan (onshore) yang terletak di Cekungan Berkine, Aljazair, pada Rabu, 4 November 2026.

Jumlah Aset Lapangan3 Lapangan Hidrokarbon
Lokasi AsetCekungan Berkine, Aljazair
Entitas PengelolaPT Pertamina Algeria EP
Waktu Pengumuman ResmiRabu, 4 November 2026
Redaksi BertugasRedaktur Desk Ekonomi

Berdasarkan himpunan laporan dari berbagai media nasional, aksi korporasi ini mendapat sorotan luas karena menjadi pilar penting dalam memperluas portofolio energi global perusahaan pelat merah tersebut. Liputan Detik Finance pada Rabu, 4 November 2026, pukul 22.54 WIB, merinci bahwa fokus utama akuisisi ini menyasar aset hidrokarbon onshore di wilayah Afrika Utara. Sementara itu, Katadata Riset & Ekonomi dalam publikasinya pukul 19.39 WIB menilai bahwa langkah ini merupakan strategi krusial untuk memperkuat posisi tawar dan kapabilitas Pertamina dalam pengelolaan aset hulu migas internasional. Di sisi lain, CNN Indonesia Ekonomi yang melaporkan perkembangan ini lebih awal pada pukul 18.33 WIB di hari yang sama menegaskan bahwa operasional di lapangan tersebut dijalankan secara langsung melalui entitas PT Pertamina Algeria EP. Sinergi pemberitaan dari ketiga media ini menunjukkan bahwa ekspansi ke Cekungan Berkine dirancang guna mengoptimalkan produksi migas luar negeri serta mendukung pasokan energi nasional secara berkelanjutan dari aset-aset strategis di luar negeri.

Dampak bagi pembaca

Akuisisi tiga lapangan migas di Aljazair ini memberikan dampak positif terhadap penguatan portofolio hulu internasional PT Pertamina (Persero), sekaligus membuka peluang peningkatan cadangan dan produksi migas jangka panjang bagi Indonesia. Langkah mitigasi dan tata kelola risiko yang ketat tetap diperlukan dalam mengintegrasikan aset baru ini agar operasional berjalan efisien, mematuhi regulasi internasional, serta memberikan imbal hasil optimal bagi ketahanan energi nasional.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Detik Finance, Katadata Riset & Ekonomi, CNN Indonesia Ekonomi)