GeeGitMEDIA
BBM Subsidi Tetap Stabil, 80% SPBU Makassar Kondusif, Pemerintah Tahan Harga hingga 2026
ekonomi

BBM Subsidi Tetap Stabil, 80% SPBU Makassar Kondusif, Pemerintah Tahan Harga hingga 2026

14 Sep 2026 • 19:42 WIB · Redaktur Desk Ekonomi

Pada Senin, 14 September 2026, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil mengumumkan bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan dinaikkan hingga akhir tahun, sementara laporan Sindonews mencatat 80% SPBU di Makassar menunjukkan antrean yang semakin landai, dan Kontan menyoroti manfaat kebijakan tersebut bagi daya beli masyarakat namun mengingatkan risiko tekanan pada APBN.

Persentase SPBU Kondusif di Makassar80%
Jumlah SPBU Kondusif dari Total35 dari 45 SPBU
Redaksi BertugasRedaktur Desk Ekonomi

Berdasarkan laporan Sindonews Ekonomi & Bisnis, lebih dari 35 dari total 45 SPBU (sekitar 80%) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, telah melaporkan kondisi pelayanan yang semakin kondusif, menandakan antrean BBM subsidi mulai terurai. Detik Finance menambahkan bahwa Bahlil menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi meski harga minyak dunia terus naik, dengan tujuan menjaga daya beli konsumen hingga akhir 2026. Kontan Industri & Pangan menilai langkah penahanan harga BBM subsidi bermanfaat untuk masyarakat, namun memperingatkan bahwa kebijakan tersebut dapat menambah beban pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) jika harga minyak dunia tetap tinggi. Ketiga media sepakat bahwa kebijakan harga tetap merupakan upaya pemerintah untuk menstabilkan pasar energi domestik, meski masing-masing menyoroti aspek berbeda: Sindonews fokus pada kondisi lapangan di SPBU, Detik menekankan komitmen politik, dan Kontan menyoroti implikasi fiskal.

Dampak bagi pembaca

Kebijakan menahan harga BBM subsidi diperkirakan akan menahan inflasi energi dan melindungi daya beli rumah tangga, terutama di wilayah dengan antrean panjang seperti Makassar. Namun, tekanan pada APBN dapat memaksa pemerintah mencari sumber pendanaan alternatif atau menyesuaikan prioritas belanja lainnya. Bagi konsumen, stabilitas harga memberi kepastian dalam perencanaan anggaran rumah tangga, sementara bagi industri transportasi, pasokan yang lebih lancar di SPBU meningkatkan produktivitas. Pemerintah diharapkan terus memantau pasokan dan kondisi keuangan negara untuk menghindari defisit yang berlebihan.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Sindonews Ekonomi & Bisnis, Detik Finance, Kontan Industri & Pangan)