GeeGitMEDIA
Rupiah Berpotensi Menguat di Awal Pekan, Sentimen Dipengaruhi Harga Minyak Global
umum

Rupiah Berpotensi Menguat di Awal Pekan, Sentimen Dipengaruhi Harga Minyak Global

27 Sep 2026 • 15:10 WIB · Redaksi GeeGit

Senin, 28 September 2026, pasar valuta asing Indonesia diproyeksikan mengalami pergerakan nilai tukar USD/IDR yang berpotensi menguat. Kontan Investasi & Makro memperkirakan rupiah akan melemah di kisaran Rp17.900‑Rp17.950 per dolar, sementara data resmi telemetri Bank Indonesia mencatat nilai tukar 17.913,9 dengan penurunan 0,1 % pada penutupan Jumat, menandakan tekanan berkurang. Sentimen juga dipengaruhi oleh lonjakan harga bensin dan solar di China yang dilaporkan Sindonews, yang dapat menambah volatilitas pasar komoditas dan nilai tukar.

Nilai Tukar USD/IDR (telemetri resmi)17.913,9 IDR per USD
Perubahan Persen (telemetri resmi)-0,1 %
Redaksi BertugasRedaksi GeeGit

Berdasarkan laporan Kontan Investasi & Makro yang dirilis pada Minggu, 27 September 2026 pukul 14.01 WIB, analis memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif cenderung melemah dalam rentang Rp17.900‑Rp17.950 per dolar AS pada perdagangan Senin. Proyeksi ini didasarkan pada penguatan dolar AS di pasar global serta ekspektasi aliran modal masuk yang dapat menekan mata uang lokal. Sementara itu, Sindonews Ekonomi & Bisnis menyoroti faktor eksternal pada Minggu, 27 September 2026 pukul 08.53 WIB, yaitu China yang menaikkan harga acuan bensin sebesar 24 % dan solar sebesar 26 % di tengah gejolak harga minyak dunia. Kenaikan harga bahan bakar di negara konsumen terbesar minyak ini dapat menurunkan permintaan impor minyak, memengaruhi neraca perdagangan Indonesia, dan pada gilirannya menambah tekanan pada nilai tukar rupiah. Data telemetri resmi USD/IDR yang dirilis oleh otoritas keuangan menunjukkan nilai tukar 17.913,9 dengan perubahan persentase –0,1 % pada akhir pekan. Angka ini berada di tengah rentang perkiraan Kontan Investasi & Makro, namun mengindikasikan sedikit penguatan rupiah dibandingkan dengan hari sebelumnya. Perbedaan antara proyeksi media dan data aktual mencerminkan ketidakpastian yang dipicu oleh dinamika pasar minyak dan kebijakan moneter global.

Dampak bagi pembaca

Jika rupiah menguat, importir bahan baku dan perusahaan yang bergantung pada dolar AS dapat menikmati biaya yang lebih rendah, sementara eksportir mungkin menghadapi tekanan pada margin keuntungan. Kenaikan harga bahan bakar di China berpotensi menurunkan permintaan minyak Indonesia, yang dapat memperbaiki neraca perdagangan dan mendukung nilai tukar. Bank Indonesia diperkirakan akan memantau pergerakan ini secara ketat dan dapat menyesuaikan kebijakan suku bunga atau intervensi pasar untuk menstabilkan volatilitas. Bagi konsumen, penguatan rupiah dapat menurunkan harga barang impor, namun dampak kenaikan harga bensin dan solar di China dapat menambah tekanan inflasi energi secara tidak langsung.

Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (Kontan Investasi & Makro, Sindonews Ekonomi & Bisnis)