GeeGitMEDIA
QRIS Mencapai 67 Juta Pengguna, Terhubung ke 6 Negara, 15 Miliar Transaksi
budaya

QRIS Mencapai 67 Juta Pengguna, Terhubung ke 6 Negara, 15 Miliar Transaksi

06 Sep 2026 • 15:30 WIB · Redaktur Desk Bahasa & Kebudayaan

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah menembus angka 67 juta, sekaligus terhubung dengan enam negara hingga Juli 2026. Data ini menandai lonjakan signifikan dalam adopsi pembayaran digital di Indonesia, dengan volume transaksi mencapai 15 miliar hingga akhir periode tersebut.

Pengguna QRIS67 Juta
Volume Transaksi QRIS15 Miliar
Negara Terkoneksi6
Redaksi BertugasRedaktur Desk Bahasa & Kebudayaan

Menurut publikasi Republika News yang dirilis pada 6 September 2026, QRIS terus meluas sebagai platform pembayaran digital nasional. Deputi Gubernur BI menegaskan bahwa pencapaian 67 juta pengguna mencerminkan kepercayaan konsumen terhadap keamanan dan kemudahan transaksi melalui kode QR. Selain itu, QRIS kini dapat terhubung dengan enam negara, membuka peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk mengekspor layanan digital ke pasar internasional. Kebijakan BI mendukung integrasi QRIS dengan sistem pembayaran global melalui kerja sama dengan lembaga keuangan asing. Hal ini memungkinkan merchant di Indonesia untuk menerima pembayaran dari pelanggan di luar negeri tanpa perlu mengubah infrastruktur pembayaran mereka. Sementara itu, volume transaksi 15 miliar menunjukkan pertumbuhan tahunan yang stabil, menandai QRIS sebagai salah satu pendorong utama inklusi keuangan digital. Meskipun data ini menggambarkan pertumbuhan positif, BI tetap mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi anti pencucian uang dan perlindungan data pribadi. Pihak bank juga menekankan perlunya edukasi bagi pelaku usaha kecil dan menengah agar dapat memanfaatkan fitur-fitur QRIS secara optimal.

Dampak bagi pembaca

Peningkatan pengguna QRIS berdampak langsung pada peningkatan transaksi non-tunai, mempercepat proses pembayaran, dan mengurangi biaya operasional bagi merchant. Konektivitas ke enam negara membuka akses pasar ekspor digital, memperluas jangkauan produk dan layanan Indonesia. Namun, peningkatan volume transaksi juga menuntut peningkatan infrastruktur keamanan siber dan pelatihan bagi pelaku usaha agar dapat mengelola risiko fraud. Pemerintah dan BI diharapkan terus memperkuat regulasi serta menyediakan program pelatihan untuk memastikan pertumbuhan QRIS tetap aman dan inklusif.

Buka sumber asal: Republika News