GeeGitMEDIA
Survei PPI Tempatkan Amran Teratas di Tengah Langkah Mentan Berantas Mafia Pangan
pangan

Survei PPI Tempatkan Amran Teratas di Tengah Langkah Mentan Berantas Mafia Pangan

18 Okt 2026 • 17:10 WIB · Redaktur Desk Pangan

Berdasarkan laporan Antara yang dirilis pada Minggu, 18 Oktober 2026, pukul 16.47 WIB, hasil survei Parameter Politik Indonesia (PPI) menempatkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Teddy dan Erick sebagai pejabat dengan kinerja terbaik, di tengah langkah tegas Kementerian Pertanian dalam mengamankan stabilitas sektor pangan nasional.

Inflasi Year on Year (September 2026)3,28 Persen
Redaksi BertugasRedaktur Desk Pangan

Menanggapi dinamika sektor pertanian dan pangan yang krusial bagi stabilitas ekonomi, liputan Sindonews Ekonomi & Bisnis pada Minggu, 18 Oktober 2026, pukul 13.50 WIB, mengungkapkan bahwa Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah mengirimkan surat resmi kepada Kapolri Suyudi Ario Seto. Dalam langkah tersebut, Mentan meminta agar penegakan hukum terhadap mafia pangan dituntaskan secara tegas demi melindungi kesejahteraan petani dan konsumen di seluruh Indonesia. Konfirmasi terhadap tantangan sektor ini turut tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan catatan resmi BPS untuk periode September 2026, tercatat terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 3,28 persen. Kondisi ini menegaskan pentingnya pengawasan distribusi dan pemberantasan praktik kecurangan pangan agar gejolak harga di pasaran dapat diredam secara optimal oleh instansi terkait.

Dampak bagi pembaca

Kinerja optimal pejabat negara dalam memberantas mafia pangan memiliki implikasi langsung terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok dan perlindungan daya beli masyarakat luas. Langkah sinergis antara Kementerian Pertanian dan Kepolisian diharapkan mampu menekan laju inflasi pangan tahunan yang tercatat sebesar 3,28 persen pada September 2026, sekaligus menciptakan tata kelola rantai pasok yang transparan dan berkeadilan bagi seluruh pelaku usaha tani.

Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (Antara Berita Terkini & Bencana, Sindonews Ekonomi & Bisnis)