GeeGitMEDIA
Uni Eropa Siapkan Label Keberlanjutan Pusat Data, Kapasitas Dibidik Naik Tiga Kali Lipat
ekonomi

Uni Eropa Siapkan Label Keberlanjutan Pusat Data, Kapasitas Dibidik Naik Tiga Kali Lipat

25 Sep 2026 • 19:10 WIB · Redaktur Desk Ekonomi

Berdasarkan laporan Katadata Riset & Ekonomi pada Jumat, 25 September 2026, 16.12 WIB, Komisi Eropa resmi mengumumkan rencana penerapan skema pemeringkatan keberlanjutan khusus untuk pusat data di tengah lonjakan kapasitas yang dibidik naik hingga tiga kali lipat.

Target Kapasitas Pusat DataNaik 3 Kali
Potensi Biomassa PLN EPI60,6 Juta Ton
Redaksi BertugasRedaktur Desk Ekonomi

Langkah strategis dari Uni Eropa ini menjadi sorotan penting dalam lanskap ekonomi digital global, mengingat ekspansi pusat data memerlukan pasokan daya masif yang berdampak langsung pada transisi energi hijau. Sementara itu, liputan dari Kontan Industri & Pangan pada Jumat, 25 September 2026, 16.41 WIB, menyoroti kebutuhan mendesak di dalam negeri di mana Wartsila mendorong fleksibilitas sistem kelistrikan Indonesia. Lonjakan kebutuhan listrik yang dipicu oleh ekspansi sektor industri dan pertumbuhan pusat data menuntut kesiapan infrastruktur kelistrikan yang lebih adaptif. Di sisi lain, Sindonews Ekonomi & Bisnis dalam laporan tertanggal Jumat, 25 September 2026, 14.55 WIB, mencatat langkah PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dalam mengembangkan bisnis bioenergi. PLN EPI membidik potensi biomassa hingga 60,6 juta ton guna mendukung transisi energi sekaligus membuka sumber pertumbuhan bisnis baru yang berkelanjutan di tengah tren kenaikan kebutuhan energi industri.

Dampak bagi pembaca

Kebijakan global terkait label keberlanjutan pusat data dan dorongan transisi energi domestik memberikan implikasi nyata bagi pelaku industri teknologi serta penyedia infrastruktur kelistrikan. Perusahaan dituntut untuk mengadopsi efisiensi energi dan sumber daya ramah lingkungan seperti bioenergi untuk memenuhi standar keberlanjutan internasional, sementara penyedia listrik harus memperkuat fleksibilitas jaringan guna mengantisipasi lonjakan permintaan.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Kontan Industri & Pangan, Katadata Riset & Ekonomi, Sindonews Ekonomi & Bisnis)