GeeGitMEDIA
Presiden Prabowo Hadiri KTT BRICS di India dan Tegaskan Kedaulatan Ekonomi
ekonomi

Presiden Prabowo Hadiri KTT BRICS di India dan Tegaskan Kedaulatan Ekonomi

12 Sep 2026 • 21:20 WIB · Redaktur Desk Ekonomi

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS di New Delhi, India, pada Sabtu, 12 September 2026, untuk menyampaikan pandangan nasional dalam dua sesi utama.

Harga Emas Spot (XAU/USD)4.348,33 USD
Perubahan Harga Emas-0,53 USD (-0,01%)
Waktu Pelaksanaan KTT BRICS12-13 September 2026
Redaksi BertugasRedaktur Desk Ekonomi

Berdasarkan laporan Sindonews Ekonomi & Bisnis, kehadiran Presiden Prabowo Subianto di KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India, dijadwalkan berlangsung pada 12 hingga 13 September 2026. Dalam forum internasional tersebut, Kepala Negara diagendakan menyampaikan pandangan strategis Indonesia pada dua sesi utama. Sementara itu, liputan Sindonews Nasional menyoroti langkah domestik pemerintah terkait penerapan aturan pemastian produk halal bagi barang impor. Kebijakan ini dinilai sebagai wujud nyata komitmen Presiden Prabowo dalam menjaga kedaulatan ekonomi bangsa sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat konsumen di dalam negeri. Di sisi lain, laporan Kontan Industri & Pangan mencatat tantangan eksternal bagi sektor industri nasional. Departemen Perdagangan Amerika Serikat pada Jumat, 11 September 2026, secara resmi menetapkan kebijakan bea masuk tinggi terhadap impor produk sel dan panel surya yang berasal dari Indonesia, India, dan Laos. Dinamika perdagangan global ini turut diiringi pergerakan pasar keuangan internasional, di mana data Gold Spot (XAU/USD) tercatat berada di level 4.348,33 USD per troy ons dengan koreksi tipis sebesar -0,01% berdasarkan pantauan telemetri pasar.

Dampak bagi pembaca

Kebijakan pengenaan bea masuk tinggi oleh Amerika Serikat terhadap produk tenaga surya menuntut para pelaku industri nasional untuk segera melakukan diversifikasi pasar ekspor dan memperkuat daya saing produk dalam negeri. Di saat bersamaan, keikutsertaan Indonesia dalam KTT BRICS membuka peluang strategis baru untuk memperluas kerja sama perdagangan internasional di luar mitra tradisional. Pemerintah perlu terus mengawal regulasi produk halal secara ketat guna memastikan perlindungan konsumen domestik tanpa mengabaikan iklim investasi yang sehat.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Sindonews Ekonomi & Bisnis, Sindonews Nasional, Kontan Industri & Pangan)