GeeGitMEDIA
Pasar Energi Membara, Harga Minyak Dunia Bertahan di USD115 per Barel
ekonomi

Pasar Energi Membara, Harga Minyak Dunia Bertahan di USD115 per Barel

27 Okt 2026 • 13:10 WIB · Redaktur Desk Ekonomi

Pasar energi global menghadapi gejolak lanjutan setelah harga minyak mentah dunia bertahan tinggi di kisaran USD115 per barel pada Selasa, 27 Oktober 2026, dipicu oleh ketegangan geopolitik yang melibatkan serangan terhadap infrastruktur minyak Arab Saudi di tengah dinamika konflik Amerika Serikat dan Iran.

Harga Minyak DuniaUSD115 per barel
Waktu Peristiwa UtamaSelasa, 27 Oktober 2026
Redaksi BertugasRedaktur Desk Ekonomi

Berdasarkan laporan Sindonews Ekonomi & Bisnis, gelombang serangan baru yang menghantam infrastruktur minyak Arab Saudi membuat harga acuan Brent tetap membara di dekat rekor tertinggi enam bulan. Meskipun demikian, upaya diplomasi mulai berjalan untuk meredakan kepanikan di pasar. Sementara itu, liputan CNN Indonesia Ekonomi mencatat adanya penurunan tipis pada harga minyak dunia pada Selasa, 27/10, seiring munculnya peluang penyelesaian perang AS-Iran setelah delegasi dari empat negara mendatangi Teheran. Hal ini senada dengan data dari Detik Finance yang melaporkan bahwa harga minyak mentah dunia sempat melemah pada penutupan perdagangan Senin, 26 Oktober 2026, namun masih betah berada di level USD115 per barel. Dalam perkembangan strategis lainnya, Katadata Riset & Ekonomi mengabarkan bahwa Arab Saudi berencana menyimpan minyak mentah di Singapura mulai tahun 2027. Langkah penyimpanan ini dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan energi Singapura apabila terjadi potensi gangguan pasokan di masa mendatang.

Dampak bagi pembaca

Bertahannya harga minyak dunia di level tinggi berdampak langsung pada potensi peningkatan biaya energi global dan beban fiskal subsidi energi domestik. Pemerintah dan pelaku industri perlu memperkuat strategi mitigasi rantai pasok serta mempercepat transisi ke sumber energi alternatif untuk meredam risiko volatilitas harga komoditas.

Buka sumber asal: Kompilasi 4 Media (Sindonews Ekonomi & Bisnis, Katadata Riset & Ekonomi, CNN Indonesia Ekonomi)