Kualitas Udara DKI Jakarta Tercatat AQI 86, Masuk Kategori Sedang
Pada pemantauan terbaru, kualitas udara di DKI Jakarta tercatat dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) sebesar 86, yang masuk dalam kategori “Sedang”. Data ini dilaporkan oleh World Air Quality Index (WAQI) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat 86 µg/m³, sementara suhu udara berada pada 31°C. Pengukuran dilakukan melalui jaringan sensor udara yang dikelola oleh kedua lembaga tersebut.
Angka AQI 86 menandakan tingkat pencemaran udara yang berada di tengah rentang standar WAQI, di mana nilai di atas 50 hingga 100 diklasifikasikan sebagai “Sedang”. Konsentrasi PM2.5 yang sama dengan nilai AQI, yaitu 86 µg/m³, menunjukkan dominasi partikel halus yang dapat menembus saluran pernapasan. Suhu 31°C mencerminkan kondisi tropis yang umum di wilayah ini pada musim panas, yang dapat mempercepat pembentukan ozon permukaan dan memengaruhi persepsi kualitas udara. Meskipun tidak berada pada level “Tidak Sehat”, nilai AQI 86 tetap berada di atas ambang batas yang dianggap nyaman bagi sebagian besar penduduk. Data ini bersifat real‑time dan dapat berubah seiring dengan dinamika lalu lintas, aktivitas industri, serta kondisi meteorologi setempat.
Dampak bagi pembaca
Bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan, AQI 86 dapat meningkatkan risiko gejala iritasi saluran napas. BMKG menyarankan pemantauan terus‑menerus melalui aplikasi resmi atau situs WAQI, serta mengurangi aktivitas luar ruangan pada jam puncak polusi. Penggunaan masker N95 atau setara dan ventilasi ruangan yang baik dapat membantu mengurangi paparan. Informasi terkini dapat diakses melalui portal BMKG dan platform WAQI.
Buka sumber asal: World Air Quality Index (WAQI)