GeeGitMEDIA
Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026 di Tengah Isu Reshuffle Kabinet
umum

Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026 di Tengah Isu Reshuffle Kabinet

15 Sep 2026 • 08:20 WIB · Redaksi GeeGit

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026 meskipun terjadi gejolak harga minyak dunia, di tengah dinamika politik nasional yang diwarnai pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 14 September 2026 dan Selasa, 15 September 2026.

Batas Jaminan SubsidiAkhir 2026
Waktu Pelantikan Menkeu14-15 September 2026
Redaksi BertugasRedaksi GeeGit

Berdasarkan laporan Sindonews Ekonomi & Bisnis pada Senin, 14 September 2026, pukul 21.26 WIB, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa berapapun fluktuasi harga minyak dunia, pemerintah berkomitmen menjaga kestabilan harga BBM subsidi agar tidak naik sampai akhir tahun 2026 demi melindungi daya beli masyarakat. Kebijakan sektor energi ini berjalan beriringan dengan dinamika di sektor fiskal. Sementara itu, liputan dari Antara News Ekonomi & Pangan serta Detik Finance mencatat bahwa Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru untuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Perombakan kabinet atau reshuffle ini turut disorot oleh CNN Indonesia Ekonomi pada Selasa, 15 September 2026, yang melaporkan tanggapan keluarga mantan pejabat terkait transisi kepemimpinan di Kementerian Keuangan tersebut.

Dampak bagi pembaca

Kepastian tidak adanya kenaikan harga BBM subsidi hingga akhir 2026 memberikan angin segar bagi stabilitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha di tengah ketidakpastian global serta transisi kepemimpinan fiskal di bawah Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Meskipun demikian, pemerintah tetap perlu mengantisipasi beban subsidi terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) apabila gejolak harga minyak mentah dunia terus berlanjut dalam jangka panjang.

Buka sumber asal: Kompilasi 4 Media (Detik Finance, CNN Indonesia Ekonomi, Sindonews Ekonomi & Bisnis)