GeeGitMEDIA
BPOM RI Perkuat Kerja Sama Internasional dan Domestik Lewat Standarisasi Pangan serta Kemandirian Obat
kesehatan

BPOM RI Perkuat Kerja Sama Internasional dan Domestik Lewat Standarisasi Pangan serta Kemandirian Obat

12 Okt 2026 • 15:10 WIB · Redaktur Desk Kesehatan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menunjukkan peran aktifnya di kancah regional maupun nasional dengan memperkuat diplomasi regulasi keamanan pangan ke Timor Leste serta menggandeng Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) guna memperkokoh kemandirian obat nasional pada Senin, 12 Oktober 2026.

Waktu Rilis Laporan Detik HealthSenin, 12 Oktober 2026, 14.08 WIB
Waktu Rilis Laporan Sindonews NasionalSenin, 12 Oktober 2026, 08.35 WIB
Redaksi BertugasRedaktur Desk Kesehatan

Berdasarkan laporan dari Detik Health yang dirilis pada Senin, 12 Oktober 2026 pukul 14.08 WIB, BPOM RI menyatakan kesiapan penuh untuk mendampingi negara tetangga, Timor Leste, dalam membangun laboratorium keamanan pangan yang terstandarisasi. Langkah diplomasi ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas laboratorium serta sistem regulasi pengawasan pangan di kawasan regional agar standar kualitas dan keamanan konsumsi masyarakat semakin terjamin. Sementara itu, dalam liputan terpisah yang diterbitkan oleh Sindonews Nasional pada Senin, 12 Oktober 2026 pukul 08.35 WIB, fokus pengawasan bergeser ke sektor domestik. BPOM mengajak Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk memperkuat sinergi strategis. Kolaborasi lintas sektor ini dirancang khusus guna membangun ketahanan dan kemandirian obat nasional, yang menjadi pilar penting dalam sistem kesehatan masyarakat di dalam negeri.

Dampak bagi pembaca

Inisiatif ganda yang dilakukan oleh BPOM RI ini membawa implikasi positif yang luas, baik bagi diplomasi kesehatan di kawasan Asia Tenggara maupun ketahanan sistem farmasi nasional. Pendampingan laboratorium di Timor Leste memperkuat posisi Indonesia sebagai rujukan standar keamanan pangan regional. Di sisi lain, sinergi domestik bersama IAI memitigasi risiko ketergantungan bahan baku obat impor serta meningkatkan pengawasan rantai pasok farmasi nasional. Langkah konkret ini menuntut koordinasi yang erat antarlembaga agar standar mutu pangan dan ketersediaan obat yang aman dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (Detik Health, Sindonews Nasional)