Pertamina Patra Niaga Kembangkan Minyak Jelantah Jadi Bahan Baku SAF dan Green Gasoline
PT Pertamina Patra Niaga memperkuat ekosistem pengumpulan minyak jelantah atau used cooking oil (UCO) dari sektor rumah tangga dan pelaku usaha kuliner untuk diolah menjadi bahan baku energi alternatif, yang turut didukung oleh partisipasi warga dalam menyetor limbah rumah tangga demi mendapatkan nilai ekonomis tambahan, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Berdasarkan laporan Sindonews Ekonomi & Bisnis yang dirilis pada Sabtu, 31 Oktober 2026, pukul 19.36 WIB, PT Pertamina Patra Niaga secara aktif memperkuat ekosistem pengumpulan minyak jelantah atau used cooking oil (UCO). Langkah strategis ini mencakup pengumpulan limbah dari tingkat rumah tangga hingga para pelaku usaha kuliner agar dapat dikembangkan secara berkelanjutan menjadi bahan baku energi alternatif. Sementara itu, liputan dari Kontan Industri & Pangan pada pukul 15.57 WIB di hari yang sama menyoroti bahwa potensi pemanfaatan minyak jelantah tersebut sangat besar untuk diolah menjadi berbagai produk energi masa depan seperti Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar aviasi berkelanjutan serta Green Gasoline. Di sisi hilir, laporan Detik Finance pada pukul 20.05 WIB memperlihatkan implementasi nyata di tingkat akar rumput, di mana warga Desa Dawuhan dapat menyetorkan minyak jelantah mereka ke Koperasi Merah Putih untuk ditukar dengan uang tunai, sehingga program ini tidak hanya berfokus pada pengolahan limbah tetapi juga mendongkrak perekonomian warga.
Dampak bagi pembaca
Pengembangan ekosistem minyak jelantah ini memberikan dampak positif ganda bagi masyarakat dan industri energi nasional. Dari sisi lingkungan, pengelolaan limbah minyak jelantah mencegah pencemaran perairan dan lingkungan akibat pembuangan yang tidak tepat. Dari sisi ekonomi dan industri, penyediaan bahan baku UCO mendukung transisi energi Indonesia menuju kemandirian bahan bakar ramah lingkungan seperti SAF dan Green Gasoline, sekaligus memberikan tambahan pendapatan langsung bagi masyarakat melalui skema bank sampah atau koperasi lokal seperti yang berjalan di Desa Dawuhan.
Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Detik Finance, Sindonews Ekonomi & Bisnis, Kontan Industri & Pangan)