Pemerintah Tak Khawatir Inflasi 3,23%, Siapkan Bansos dan Laporkan Kenaikan Manufaktur
Pemerintah menyatakan tidak khawatir terhadap tingkat inflasi tahunan yang mencapai 3,23 persen pada Oktober 2026, dan menyiapkan langkah mitigasi berupa bantuan sosial serta bantuan beras untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi nasional.
Berdasarkan laporan Katadata Riset & Ekonomi yang dirilis pada Senin, 2 November 2026, pukul 19.58 WIB, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah tetap waspada namun tidak cemas menghadapi angka inflasi tersebut. Konfirmasi data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada Oktober 2026 memang terjadi inflasi *year-on-year* (y-on-y) sebesar 3,23 persen. Sebagai langkah antisipasi guna melindungi konsumsi rumah tangga, pemerintah langsung menyiapkan program bantuan sosial dan distribusi bantuan beras. Sementara itu, liputan Detik Finance pada Senin, 2 November 2026, pukul 21.11 WIB, menyoroti laporan Airlangga Hartarto kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kinerja sektor riil. Dalam laporan tersebut, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia tercatat mengalami penguatan dan naik ke level 54. Di sisi lain, ulasan dari Kontan Industri & Pangan pada waktu yang sama, pukul 20.41 WIB, memberikan perspektif berbeda dengan mengutip catatan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Apindo mengingatkan bahwa kenaikan aktivitas manufaktur nasional tersebut belum sepenuhnya mencerminkan pemulihan industri yang merata karena masih terdapat tantangan terkait investasi industri yang tertahan.
Dampak bagi pembaca
Meskipun data telemetri BPS mengonfirmasi tingkat inflasi *year-on-year* sebesar 3,23 persen per Oktober 2026 dan PMI manufaktur menunjukkan angka positif di level 54, disparitas pemulihan sektor riil menuntut kehati-hatian pelaku usaha dan pembuat kebijakan. Langkah konkret pemerintah mengguyur bantalan sosial berupa bansos dan bantuan beras diharapkan mampu meredam tekanan harga terhadap daya beli masyarakat bawah. Di sisi lain, pemerintah bersama pemangku kepentingan industri perlu segera mengatasi hambatan investasi agar ekspansi manufaktur dapat dirasakan secara merata di berbagai sektor.
Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Detik Finance, Kontan Industri & Pangan, Katadata Riset & Ekonomi)