Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Serangan Houthi, Indonesia Jajaki Pasokan 30 Juta Barel
Rabu, 28 Oktober 2026, harga minyak mentah dunia kembali bergejolak setelah kelompok Houthi Yaman mengklaim menyerang kilang minyak terbesar Arab Saudi di Ras Tanura dengan rudal balistik. Pada saat yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia sedang menjajaki pasokan tambahan sebesar 30 juta barel minyak mentah dari Uni Emirat Arab (UEA). Kedua peristiwa ini menambah ketegangan pasar energi di kawasan Asia Tenggara.
Menurut laporan Sindonews, serangan Houthi terjadi pada perdagangan awal Asia dan memicu lonjakan harga minyak Brent serta West Texas Intermediate (WTI) dalam sesi pagi. Media lain, seperti CNN Indonesia Ekonomi, menyoroti kekhawatiran Bahlil tentang potensi "ketegangan" baru di ASEAN yang dapat menimbulkan dampak sistemik pada rantai pasokan energi regional. Detik Finance menambahkan bahwa Bahlil membuka peluang pasokan 30 juta barel minyak mentah dari UEA, meskipun masih berada pada tahap penjajakan. Katadata Riset & Ekonomi menguatkan informasi tersebut dengan menegaskan bahwa rencana pasokan UEA masih dalam pembicaraan awal. Sementara itu, Kontan Industri & Pangan melaporkan bahwa dari 118 blok migas baru yang sedang dipersiapkan, 60% telah masuk tahap tender, menunjukkan upaya pemerintah memperkuat keamanan energi domestik. Semua media independen tersebut menekankan bahwa kebijakan diversifikasi sumber energi menjadi prioritas di tengah gejolak geopolitik yang memengaruhi harga komoditas global.
Dampak bagi pembaca
Lonjakan harga minyak dunia dapat meningkatkan biaya impor energi Indonesia, yang pada gilirannya memengaruhi inflasi dan beban tarif listrik. Upaya menjajaki pasokan 30 juta barel dari UEA serta percepatan tender blok migas baru diharapkan menambah cadangan strategis negara, mengurangi ketergantungan pada pasar yang bergejolak. Pemerintah diperkirakan akan memperkuat koordinasi dengan ASEAN dan otoritas energi internasional untuk meminimalkan risiko gangguan pasokan.
Buka sumber asal: Kompilasi 5 Media (Detik Finance, CNN Indonesia Ekonomi, Katadata Riset & Ekonomi)