GeeGitMEDIA
SMPN 2 Jepara Tolak BGN, Murid Trauma Keracunan, Distribusi Tetap Dilanjutkan
umum

SMPN 2 Jepara Tolak BGN, Murid Trauma Keracunan, Distribusi Tetap Dilanjutkan

13 Sep 2026 • 22:20 WIB · Redaktur Desk Budaya

Jakarta, 13 September 2026 – Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Jepara, Muhammad Wildan Mustofa, mengonfirmasi bahwa SMPN 2 Jepara menolak menerima bantuan makanan bergizi meski ada laporan murid mengalami trauma akibat keracunan; BGN tetap melanjutkan distribusi ke sekolah lain di wilayah tersebut.

Sekolah yang menolak distribusi BGN1 sekolah
Koordinator BGN Kabupaten JeparaMuhammad Wildan Mustofa
Redaksi BertugasRedaktur Desk Budaya

Berdasarkan laporan Republika News, koordinator wilayah BGN Jepara menyatakan bahwa satu sekolah, yaitu SMPN 2 Jepara, menolak paket bantuan gizi yang biasanya disalurkan kepada siswa. Penolakan tersebut muncul setelah munculnya dugaan kasus keracunan pada sejumlah murid, yang menimbulkan trauma psikologis. Muhammad Wildan Mustofa menegaskan bahwa penolakan bersifat khusus pada SMPN 2 dan tidak memengaruhi program BGN di sekolah lain. Ia menambahkan bahwa tim medis dan tim verifikasi BGN sedang melakukan investigasi untuk memastikan sumber keracunan, serta memastikan keamanan paket gizi yang akan terus didistribusikan. Sementara itu, pihak sekolah lain di Kabupaten Jepara tetap menerima bantuan tanpa hambatan, dengan harapan dapat mencegah kekurangan gizi di kalangan pelajar. Media lain tidak melaporkan peristiwa serupa, sehingga fokus laporan tetap pada pernyataan resmi BGN dan situasi di SMPN 2.

Dampak bagi pembaca

Penolakan SMPN 2 Jepara dapat menurunkan kepercayaan orang tua dan siswa terhadap program bantuan gizi, serta menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan pangan di lingkungan sekolah. Pemerintah daerah dan BGN perlu mempercepat penyelidikan penyebab keracunan, menyediakan layanan konseling bagi murid yang trauma, serta memastikan transparansi distribusi makanan bergizi agar program tetap efektif dalam mengatasi gizi buruk di wilayah tersebut.

Buka sumber asal: Republika News